Pada hari Selasa 10 November 2020 Dinas Kesehtan Propinsi Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi melakukan pendampingan di UPT Puskesmas Jogorogo. Pendampingan dilakukan untuk program P2P yang meliputi TB, HIV, DBD, diare, Kecacingan dan malaria. Pendampingan dilakukan di 2 tempat yaiutu di aula UPT Puskesmas Jogorogo untuk program TB, HIV, DBD, diare dan malaria serta di Posyandu Sambungan Jogorogo untuk program kecacingan. Pendampingan ini dilakukan selain untuk peningkatan kinerja program P2P di UPT Puskesmas Jogorogo, juga untuk meningkatkan system pencatatan dan pelaporan.

P2P ( Program Penanggulangan Penyakit ) terdiri dari beberapa program antara lain :

  1. TB

TB ( Tuberkulosis ) yang juga dikenal dengan TB adalah penyakit paru – paru akibat kuman Mycobacterium Tuberculosis. TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama ( lebih dari 3 minggu ), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah. Di UPT Puskesmas Jogorogo sampai saat ini jumlah pasien sebanyak 26 kasus. Pasien tersebut semua sudah mendapatakan pengobatan secara rutin dan mendapatkan pendampingan untuk minum obat oleh keluarganya atau disebut juga dengan PMO ( Pendamping Minum Obat ). Untuk meningkatkan temuan jumlah kasus / suspect perlu dilakukan pelacakan kasus yang dikenal dengan program ketuk pintu yang telah dilakukan oleh petugas bekerjasama dengan kader kesehatan sehingga kasus suspect TB bisa segera ditemukan dan ditanggani. Dalam pelaporan program TB Paru sudah menggunakan aplikasi SITB ( Sistem Informatika Tubercolusis ) secara online setiap bulan.

  • HIV

HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) adalah virus yang merusak siskem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah, sehingga rentan diserang berbagai penyakit. Infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome ). Sampai saat ini belum ada obat untuk menangani HIV dan AIDS. Akan tetapi ada obat untuk memperlambat perkembangan penyakit tersebut dan dapat meningkatkan harapan hidup penderita. Di wilayah UPT Puskesmas Jogorogo terdapat 12 kasus HIV yang semuanya sudah mendapatkan pendampingan pengobatan ARV. Bahkan di Tahun 2020 ini UPT Puskesmas Jogorogo telah menjadi Layanan PDP sehingga pasien HIV/AIDS di sekitar wilayah Puskesmas Jogorogo bisa mengambil obatnya di Puskesmas Jogorogo. Dan sudah ditangani oleh tim yang terdiri dari dokter, perawat, bidan dan apoteker yang sudah mengikuti pelatihan di Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur. Untuk menekan bertambahnya kasus, programmer HIV juga sudah melakukan sosialisasi tentang HIV/ AIDS di masyarakat bahkan di sekolah – sekolah dengan dibentuknya kader CSSA ( Club Siswa Siaga Aktif ).

  • DBD

DBD atau demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari 4 virus dengue. Demam berdarah merupakan penyakit yang mudah menular. Sarana penularan demam berdarah sendiri berasal dari gigitan  nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes albocpictus. Penyakit yang jumlahnya meningkat seiring datangnya musim penghujan ini dapat dicegah dengan program PSN ( Pemberantasan Sarang Nyamuk ) yang terdiri dari  kegiatan yang sering dikenal dengan 3 M : Menguras, Mengubur, dan Menutup tempat penampungan air.

  • Malaria

Malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Penderita malaria akan mengeluhkan gejala demam dan menggigil. Walaupun mudah menular melalui gigitan nyamuk, malaria bias sembuh secara total bila ditangani dengan tepat. Namun jika tidak ditangani, penyakit ini bias berakibat fatal dari menyebabkan anemia berat, gagal ginjal, hingga kematian.

  • Diare

Diare adalah penyakit yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer. Pada umunya. Diare terjadi akibat makanan dan minuman yang terpapar virus, bakteri, atau parasite. Dalam pengobatan diare pasien selalu diberikan oralit sebanyak 6 sachet dan juga zink yang harus diberikan selama 10 hari berturut – turut agar kejadian diare pada pasien tidak terulang lagi. Di UPT Puskesmas Jogorogo pasien diare selain mendapatkan penanganan oleh dokter, juga dilakukan konsultasi tentang kesehatan lingkungan.

  • Kecacingan

Penyakit cacingan tidak hanya berisiko dialami oleh anak – anak, namun juga oleh orang dewasa. Kebersihan yang tidak terjaga atau lingkungan yang kotor bias menjadi  salah satu factor yang dapat mempermudah penyebaran infeksi. Dalam rangka mencegah terjadinya kasus kecacingan UPT Puskesmas Jogorogo telah meberikan obat cacing setahun 2 kali yang diberikan kepada balita mulai umur 1 tahun sampai anak usia 12 tahun. Untuk usia balita obat cacing diberikan di posyandu, sedangkan anak usia sekolah obat cacing diberikan di sekolah – sekolah. Balita yang menjadi sasaran  jika tidak datang ke posyandu maka akan dilakukan sweeping oleh kader posyandu. Obat cacing sebaiknya diminum sesudah makan, diberikan pada anak yang sehatPADA. , selain itu juga digali tentang riwayat alergi obat pada anak.